
Kalurahan Sentolo- Menjadi salah satu kegiatan nguri-nguri kabudayan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa yakni Tahun Ehe 1956 / 2022, Paguyuban Abdi Dalem Kabupaten Kulon Progo bersama Pemerintah Kalurahan Sentolo menggelar acara Merti Suran " Hamemayu Rahayune Rasa Jati ". Acara ini berlangsung di Pendopo eks- Kapanewon Sentolo, Kamis ( 11/08/2022) mulai pukul 20.00 WIB
"...kulo sarencang saking Pemerintah Kalurahan Sentolo ndherek mangayubagya bilih wonten ing titiwanci dalu meniko para abdi dalem wonten ing Kabupaten Kulon Progo ngawontenaken Merti Suran Tahun Ehe 1956 kanthi irah-irah ' Hamemayu Rahayune Rasa Jati," ucap Lurah Sentolo, Teguh, dalam sambutannya dalam Merti Suran.
Tujuan di adakannya Merti Suran ini adalah mengajak seluruh masyarakat khususnya para abdi dalem untuk tetap memegang teguh ajaran moral: Sawiji, Greget,Sengguh, ora mingkuh ( konsentrasi, semangat, percaya diri dengan rendah hati, dan bertanggung jawab ) dengan semangat golong gilig ( semangat persatuan kesatuan antara manusia dengan Tuhannya dan sesama manusia ).
" Merti Suran, Hamemayu Rahayuning Rasa Jati kanthi maksud ndherek sedaya masyarakat mligine kanca addi dalem tansah golong gilig sawiji, greget, sengguh,ora mingkuh, hamemayu hayuning rasa kangge nyawiji, "ucap, pangarsa Abdi Dalem Kraton Ngayojokarta, Rama Kertayudho.
Sementara " Hamemayu Hayuning " memiliki makna sebagai kewajiban melindungi, memelihara, serta membina keselamatan dunia dan lebih mementingkan berkarya untuk masyarakat daripada memenuhi ambisi pribadi. Dunia yang di maksud mencakup seluruh peri kehidupan baik dalm sekala kecil ( Keluarga ), atau pun masyarakat dan lingkungan hidupnya dengan mengutamakan darma bakti untuk kehidupan orang banyak, tidak mementingkan diri sendiri. Acara Merti Suran ini merupakan kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di Kalurahan Sentolo dan menjadi kegiatan Paguyuban Abdi Dalem Kabupaten Kulon Progo dalam memperkenalkan keberadaan di dalam masyarakat serta menambah kerukunan Abdi Dalem di Kulon Progo
Selain pamong Kalurahan Sentolo dan Pangarsa Abdi Dalem, acara ini juga dihadiri pula oleh Drs Tri Saktiyana selaku PJ Bupati Kulon Progo. Acara Merti Suran ini diisi dengan menyanyikan bersama Pangkur Tolak Balak, yang mana Pangkur diyakini sebagai salah satu ciptaan para wali dan dimeriahkan oleh iringan gamelan dari Paguyuban Karawitan Banyu Bening.
Projosuwasono selaku Abdi Dalem dalam Merti Suran juga memberikan penjelasan singkat terkait patokan perhitungan hari-hari penting menurut Kalender Sultan Agungan. Hari-hari penting tersebut meliputi 1 Sura, Grebeg Mulud, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar. Selain itu dijelaskan bahwa terdapat 8 tahun Jawa yaitu Alip,Ehe,Jimawal, Je, Dal,Be,Wawu,dan Jumakir
Harapannya, acara ini menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan mawas diri atas hal-hal yang telah dilalui atau dikerjakan selama satu tahun yang lalu. Sebab, alangkah baiknya setiap manusia dari waktu ke waktu melangkah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya..